dailyvid

More Post »
Headlines News :
Home » , » SMK di Karanganyar Beli Mesin Boeing untuk Praktikum

SMK di Karanganyar Beli Mesin Boeing untuk Praktikum

Written By Unknown on Kamis, 05 April 2012 | 20.08


Solo Sebuah SMK di Karanganyar mendapat hibah sebuah mesin pesawat Boeing 737-200 dari sebuah maskapai penerbangan. Mesin pesawat tersebut selanjutnya akan digunakan untuk sarana pembelajaran atau praktikum.

SMK Bina Dhirgantara Karanganyar hari ini, Kamis (5/4/2012), mendapat sebuah paket khusus dari PT Republik Ekspress. Perusahaan penerbangan yang beralamat di Curug tersebut mengirimkan sebuah sebuah mesin pesawat jenis Boeing 737-200.

"Kami memperolehnya melalui mekanisme beli hibah. Kami membeli dengan harga yang sangat murah, hanya Rp 80 juta. Di pasaran harganya masih sangat tinggi, mencapai ratusan juta rupiah. PT Republik Ekspress juga menghibahkan kabin pesawat jenis yang sama kepada kami," kata Kepala Sekolah SMK Bina Dhirgantara, Warsito, kepada wartawan, seusai serah terima barang.

Menurut Warsito, mesin yang dibeli itu memang sudah dikategorikan scrap atau afkir karena jam terbang sudah sangat tinggi. Namun untuk kebutuhan pembelajaran siswa, barang tersebut masih akan sangat berguna karena hingga saat ini masih banyak maskapai penerbangan yang mengoperasikan Boeing 737-200.

Warsito menambahkan, keberadaan mesin Boeing 737-200 akan sangat membantu pihak sekolahnya. Hal itu dikarenakan sekitar 50 persen lulusan dari sekolah tersebut bekerja di maskapai penerbangan. Sedangkan selebihnya, sekitar 30 persen bekerja di institusi militer dan kepolisian dan sekitar 20 persen lainnya melanjutkan pendidikan di jenjang yang perkuliahan.

"Sebelumnya satu-satunya alat praktikum yang kami miliki adalah mesin pesawat tempur jenis Dolphin L-29. Padahal, kebanyakan lulusan kami diserap oleh perusahaan penerbangan komersial, sehingga kurang pas kalau praktikumnya menggunakan mesin pesawat tempur. Sekarang anak-anak bisa praktikum dengan alat yang lebih sesuai," kata Warsito.

Selain belajar mesin, lanjutnya, para siswa nantinya juga akan belajar merakit kabin pesawat yang telah saat ini telah dimiliki. Setelah terakit seluruhnya, diharapkan siswa dapat melakukan simulasi perawatan pesawat secara utuh seperti kondisi sesungguhnya, meskipun tanpa dilengkapi sistem pengapian serta bak transmisi.
Share this post :
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Blognya Si Rifqi - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger