dailyvid

More Post »
Headlines News :
Home » , » Polisi: Pelecehan Seks Artis JM Ganjil

Polisi: Pelecehan Seks Artis JM Ganjil

Written By Unknown on Kamis, 05 April 2012 | 19.54


Dia mengaku mau dibawa ke penginapan karena terlanjur merasa cocok dengan sang sopir.

JM saat diperiksa di Polres Jakarta Timur  
VIVAnews - Polisi telah memeriksa JM, artis film televisi (FTV) yang mengaku telah dilecehkan secara seksual oleh sopir taksi Blue Bird. Dalam pemeriksaan tersebut, JM menceritakan kronologis dari awal dia naik taksi hingga terjadinya pelecehan itu.
Menurut Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Jakarta Timur, Ajun Komisaris Endang, dari keterangan yang disampaikan, pihaknya menemukan keganjilan dalam kasus ini.

JM bercerita jika usai pulang dari gereja di dekat kawasan Taman Mini, Pondok Gede, dia akan menuju ke rumah teman prianya di kawasan Semper, Jakarta Utara pada Minggu 1 April 2012 pukul 20.00 WIB. JM akhirnya menumpang taksi.

"Ketika naik taksi, dia bilang mau ke tempat temannya untuk antar kado. Tetapi saat sampai di tujuan sang sopir malah merayu sehingga JM mengurungkan niatnya untuk turun," ujar Endang, Kamis 5 April 2012.

Di hadapan penyidik, JM mengaku menemukan kecocokan dengan sang sopir. Saat itu, sopir taksi berinisial RM mengutarakan jika dirinya bisa membaca aura.

RM mengatakan jika aura JM Sedang tidak baik sehingga perlu diobati supaya kehidupan dan rezekinya lancar. JM kemudian diminta untuk membeli air mineral dalam kemasan gelas. Air tersebut diteteskan ke telapak tangan, RM lalu membaca garis tangan.

"Di situ sopir bilang perlu dilakukan pengobatan di penginapan tapi yang bayar si pelapor dan disanggupi. Keduanya pun langsung mencari-cari penginapan murah di sekitar Condet, Jakarta Timur," kata Endang.

Karena tidak ada penginapan yang sesuai dengan kemampuan kantong JM, RM menawarkan kontrakan adiknya di kawasan Cipayung, Jakarta Timur. Di tempat tersebut, RM mulai menggerayangi tubuh JM.

RM sempat akan memegang kelamin JM, namun karena wanita itu sedang haid niatnya urung dilakukan. Mereka tidak sampai melakukan hubungan dan masih pakai baju lengkap.

Menjelang subuh ia minta diantar ke rumahnya. JM tiba di rumah pukul 06.00 WIB. Dari kronologi yang diceritakan JM, polisi menaruh curiga. Sebab hipnotis yang disebut-sebut itu sebenarnya tidak ada.

JM, kata Endang bisa dengan sangat baik menceritakan waktu demi waktu dan tindakan demi tindakan. Tidak ada yang lupa satu pun. Selain itu, JM juga mengaku mau secara sadar dibawa ke penginapan karena terlanjur merasa cocok dengan sang sopir.

"Dia bilang sopirnya baik banget, dan bisa bantu perbaiki aura. Pelapor percaya saja, dan dia secara sadar mengaku sukarela mau dibawa ke penginapan dan kontrakan," ujarnya.

Polisi telah membaca hasil visum JM. Tetapi hasil itu tidak menyebutkan adanya tanda-tanda kekerasan yang menunjukkan jika perbuatan itu dipaksa sang sopir.

"Kami bukannya tidak sensitif pada perempuan. Tapi ini fakta, saya tidak mengada-ada, dari korbannya sendiri juga yang mengaku dia mau dibawa untuk dipijit-piji sopir. Di hukum, tidak ada yang namanya hipnotis," jelas Endang. (adi)
Share this post :
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Blognya Si Rifqi - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger