dailyvid

More Post »
Headlines News :
Home » , » Kronologi Sidak Wamen Denny & BNN ke LP Pekanbaru

Kronologi Sidak Wamen Denny & BNN ke LP Pekanbaru

Written By Unknown on Jumat, 06 April 2012 | 20.56


Jakarta Penggerebekan atas bandar narkoba di LP Pekanbaru yang dilakukan Wamenkum Denny Indrayana dan BNN menuai tudingan. Walau sukses menangkap 3 bandar narkoba dan seorang sipir dari dalam LP, namun Denny diserang isu insiden penamparan. Benarkah tudingan itu?

Dalam kronologi yang disampaikan Denny, Jumat (6/4/2012) tidak ada penamparan yang dilakukan guru besar UGM bidang hukum tata negara itu.

"Sidak Satgas Pemberantasan Narkoba yang dibentuk Kemenkumham dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) adalah upaya serius pemberantasan narkoba di lapas dan rutan," jelas Denny.

Sebelum melakukan sidak ke LP Pekanbaru, Riau pada Senin (2/4), sejak Januari 2012, sebelum sidak di Pekanbaru, telah dilakukan 3 kali sidak di Lapas Wanita Tanjunggusta, Medan; Lapas Narkotika, Cipinang; dan Lapas Pemuda, Tangerang.

"Pada semua sidak dengan BNN tersebut, Kemenkumham dipimpin oleh Ketua Satgas Pemberantasan Narkoba Wakil Menteri Hukum dan HAM (Wamenkumham) Denny Indrayana dan Direktur Penindakan dan Pengejaran BNN Benny Mamoto," jelas Denny.

Berikut kronologi sidak Satgas Pemberantasan Narkoba di Lapas Pekanbaru, Senin dinihari, 2 April 2012:

1. Sekitar pukul 02:30 WIB dinihari, rombongan Satgas Pemberantasan Narkoba sampai di depan pintu pagar masuk Lapas Pekanbaru. Pintu pagar dikunci. Diputuskan untuk melompati pagar.

2. Wamenkumham dan rombongan Satgas Pemberantasan Narkoba menuju pintu gerbang masuk lapas. Bel klenengan dibunyikan dan mengetuk pintu. Butuh waktu beberapa saat sebelum ada suara sipir menanyakan siapa yang datang. Dijawab, "Saya Denny Indrayana, Wamen. Cepat buka pintu". Lubang
intip pada pintu dibuka, sipir dari dalam melihat kemudian ditutup kembali. Wamenkumham berdiri persis di depan lubang intip, agar terlihat. Pintu tetap tidak dibuka. Sehingga digedor sambil mulai berteriak meminta pintu segera dibuka.

3. Setelah lebih kurang 5 menit, pintu baru dibuka. Rombongan masuk ke dalam, Wamenkumham menegur sipir yang membuka pintu, "Kenapa lama sekali membuka pintunya". Ajudan pengaman Wamenkumham, melihat reaksi melawan dari sipir, lalu menendang sipir pembuka pintu. Seorang sipir lain di ruang jaga ditendang dan dipukul ajudan. Wamenkumham berteriak, "Hentikan. Hentikan jangan diteruskan. Berhenti".

4. Wamenkumham mendatangi sipir jaga yang lain, meminta semua HP petugas segera dikumpulkan, menanyakan berapa orang yang jaga, serta meminta tolong agar sidak dinihari itu dibantu kesuksesannya. Kunci lapas diambil, untuk kemudian terjadi proses penggerebekan kepada tiga napi target operasi dari ruang selnya masing-masing, dilanjutkan proses penggeledahan. Ketiga target napi itu adalah Djufriado Tanjung, Husin, dan Luku. Dari hasil penggeledahan di tiga sel napi ditemukan banyak HP, alat isap sabu, plastik pembungkus bekas sabu, dan lain-lain.

5. Selama menunggu proses, Wamenkumham beberapa kali mengumpulkan petugas lapas untuk menjelaskan maksud sidak pemberantasan narkoba tersebut. Wamenkumham juga menanyakan bagaimana kondisi petugas yang terkena pukul dan tendangan. Salah satu petugas menunjukkan tangan kirinya yang luka tergores. Wamenkumham meraba luka itu, dan meminta maaf. "Saya minta maaf ya. Mohon lain kali, jangan terlambat membuka pintu". Dijelaskan bahwa dalam sidak pemberantasan narkoba, tidak boleh terlambat, karena bisa menghilangkan barang bukti.

6. Sekitar waktu salat Subuh, napi yang menjadi target operasi dan semua sipir sempat dites urin. Ada sipir yang kesulitan buang air kecil hingga harus beberapa kali minum dulu. Tes urin lengkap belum diketahui hasilnya, tetapi beberapa diindikasikan positif memakai narkoba.

7. Sebelum pulang, Wamenkumham kembali mengumpulkan para sipir. Berusaha kembali mengangkat semangat dan moral mereka, untuk tetap melaksanakan tugas dengan baik. "Saya pamit dulu ya. Maaf telah mengganggu istirahatnya. Sekali lagi, saya meminta maaf atas pemukulan dan penendangan tadi". Wamenkumham kemudian menyalami satu-persatu seluruh sipir Lapas.

8. Menjelang pintu keluar, beberapa sipir menanyakan nasib salah seorang rekannya yang ikut ditangkap BNN. Beberapa sipir meminta, agar rekannya tidak ikut ditangkap BNN. Wamenkumham menjelaskan bukti-bukti keterlibatan sipir tersebut dalam jaringan narkoba yang diciduk dinihari itu, dan meminta para sipir menyerahkannya kepada proses hukum.

9. Sekitar pukul 6:30 WIB rombongan Satgas Pemberantasan Narkoba meninggalkan Lapas Pekanbaru. BNN menciduk tiga narapidana Jufri Tanjung, Husin dan Luku; serta satu orang sipir.
Share this post :
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Blognya Si Rifqi - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger