dailyvid

More Post »
Headlines News :
Home » , » KPK Geledah Kantor PT Pembangunan Perumahan dan DPRD Riau

KPK Geledah Kantor PT Pembangunan Perumahan dan DPRD Riau

Written By Unknown on Kamis, 05 April 2012 | 20.01

Jakarta Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melanjutkan pengusutan kasus suap PON 2012 yang menjerat dua anggota DPRD Riau. Hari ini KPK menggeledah dua tempat sekaligus, kantor PT Pembangunan Perumahan dan DPRD Riau.

"Siang ini tim melakukan penggeledahan di kantor PT PP dan DPRD Riau," tutur Jubir KPK Johan Budi SP kepada wartawan di kantornya, Jl Rasuna Said, Jaksel, Kamis (5/4/2012).

Penggeledahan tersebut, lanjut Johan, dilakukan guna mengembangkan kasus yang bermula dari tangkap tangan terhadap tujuh anggota DPRD Riau ini, dan belakangan dua di antaranya ditetapkan sebagai tersangka. Johan mengatakan untuk hari ini, tim fokus untuk melakukan penggeledahan, dan untuk sementara tidak ada pemeriksaan.

"Hari ini tidak ada pemeriksaan," ujar Johan. Penggeledahan berlangsung sejak siang tadi dan sampai saat ini masih berlangsung.

KPK menetapkan empat orang tersangka dalam kasus dugaan suap pembahasan perubahan Peraturan Daerah No 6 tahun 2010 tentang Dana Pengikatan tahun jamak pembangunan venue Pekan Olah Raga Nasional (PON) 2012 di Riau.

KPK menetapkan 2 anggota DPRD Riau, M Faisal Aswan dan Moh Dunir sebagai tersangka. Mereke dijerat Pasal 12 huruf a atau b dan atau Pasal 5 ayat (2) jo Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b dan atau pasal 13 UU pemberantasan korupsi.

Selain keduanya, KPK juga menjerat staf PT Pembangunan Perumahan (PP) Persero, Rahmat Syahputra. Dia dijerat dengan pasal pemberian suap, Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau pasal 11 UU Pemberantasan Korupsi

Di samping itu, penyidik juga menetapkan Kepala Seksi Pengembangan Sarana dan Prasarana Dispora Riau, Eka Dharma Putra. Dia dijerat dengan pasal Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau b dan atau pasal 13 UU Pemberantasan Korupsi

Terkait kasus ini, penyidik KPK menyita uang senilai Rp 900 juta saat penangkapan di rumah MFA. Uang itu terbagi dalam tiga tempat, yakni Rp 500 juta di tas hitam, Rp 250 juta di tas kertas cokelat, dan 150 juta di tas plastik hijau.
Share this post :
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Blognya Si Rifqi - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger