dailyvid

More Post »
Headlines News :
Home » » Dirjen Pengadilan Agama: Kisah Pilu Hakim Nyata!

Dirjen Pengadilan Agama: Kisah Pilu Hakim Nyata!

Written By Unknown on Kamis, 05 April 2012 | 20.17


Sebuah rumah kontrakan hakim di Aceh
Jakarta Seruan mogok sidang para hakim di daerah terus bergaung untuk menuntut kesejahteraan. Rencananya mereka akan melakukan pertemuan di Jakarta Senin (9/4) depan untuk mengkonsolidasikan diri.

"Kisah yang mengenaskan tentang kehidupan para hakim dan aparat pengadilan sering kita dengar. Dan memang itu benar. Kita tahu persis. Betapa sedihnya hati ini bila mendengar kisah-kisah pilu yang nyata itu," kata Dirjen Pengadilan Agama Wahyu Widiana dalam siaran pers yang dimuat dalam situs MA, Kamis (5/4/2012).

Sebagai pejabat yang langsung bersentuhan dengan anak buahnya di lapangan, Wahyu sangat memahami penderitaan sebagai hakim di daerah. Sebab di UU, hakim disebut sebagai pejabat negara, tetapi dalam kenyatannya penghasilannya lebih rendah dari PNS.

"Saya sendiri jelas sangat setuju adanya perbaikan kesejahteraan para hakim dan aparat pengadilan lainnya. Kini sudah saatnya penghasilan itu ditingkatkan sehingga dapat mencapai kesejahteraan yang pantas," papar Wahyu.

Sebagai orang yang punya akses mengubah kebijakan lembaga, Wahyu dan seluruh pimpinan Mahkamah Agung (MA0 terus berusaha melakukan upaya peningkatan kesejahteraan hakim. Tetapi Wahyu menyadari tidak semua upaya berhasil.

"Saya salut dan mengapresiasi kawan-kawan yang gigih melakukan upaya adanya kenaikan kesejahteraan, sambil tetap melakukan upaya dan langkah peningkatan pelayanan publik dan reformasi peradilan. Upaya gigih itu perlu pula dibarengi dengan peningkatan integritas dari semua komponen peradilan," ujar Wahyu.

"Saya juga tahu persis betapa gigihnya para pimpinan MA ini dalam mengupayakan kesejahteraan hakim dan aparat pengadilan lainnya. Kenaikan gaji, tunjangan fungsional, tunjangan jabatan, remunerasi, tunjangan pejabat negara dan lain-lainnya, selalu menjadi perhatian dan upaya yang dilakukan pimpinan MA," terang Wahyu.

Menyikapi keresahan hakim, MA mengaku telah menyurati Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sejak 1,5 tahun silam. "Rencana kenaikan gaji, kalau tidak salah setahun lalu telah kami ajukan ke Presiden. Satu setengah tahun lalu. Silakan tanya ke Presiden karena sudah diajukan ke Presiden," kata Sekretaris MA, Nurhadi.
Share this post :
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Blognya Si Rifqi - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger