dailyvid

More Post »
Headlines News :
Home » , » Datang ke Makkah, Hilmi Tak Kuasa Tahan Tangis

Datang ke Makkah, Hilmi Tak Kuasa Tahan Tangis

Written By Unknown on Kamis, 05 April 2012 | 15.13


Datang ke Makkah, Hilmi Tak Kuasa Tahan Tangis
Tribunnews.com/Yogi Gustaman
Hilmi Lasmiyati Miladiana (kanan) berfoto bersama Nur Aini Siregar (berkacamata), dengan latar belakang Jabal Tsur 

TRIBUNNEWS.COM, MAKKAH - Hilmi Lasmiyati Miladiana tak kuasa menahan tangis sambil sesegukan. Rasa haru dan senang bercampur ketika ia menginjakkan kakinya untuk pertama kali di depan Ka'bah, Makkah untuk melaksanakan ibadah umroh. Orang kita biasa menyebutnya haji kecil. Kerinduannya yang lama ia pendam untuk berkunjung ke Baitullah kini terbayar.  

Bersama lautan manusia lainnya dari berbagai ras, suku, bangsa, Hilmi dengan pakaian ihramnya, bersiap melaksanakan tawaf, berkeliling Ka'bah berlawanan arah jarum jam, sebanyak tujuh kali. Ini pertama kali guru SMA ini menginjakkan kakinya melihat Kabah, yang berada di dalam Masjidil Haram. 

"Saya bisa umroh karena Allah memanggil saya lewat adik saya, Yuliati Dian Ramdani," ujar Hilmi berapa waktu lalu. Yuliati adalah pemenang Lomba Masak Berkah Madina yang diselenggarakan Minyak Goreng Madina di empat kota yakni Bandung, Medan, Jogja, dan Samarinda. 

Hilmi umroh bersama tujuh pemenang lainnya yakni Nur Aini Siregar dan Farhan Anshari asal Medan (menggantikan Cahyadi dan Eva Wati), Novalia Ester agdalena asal Bekasi (menggantikan Satirah), Kumala dan Jasiah asal Samarinda (menggantikan Yusuf Imam Sutopo dan Herlinawati). Sedang Nur Wahyuni (Jogja), Eko Arif (Solo) adalah pemenang asli.

Yuliati adalah pemenang dari Bandung lewat resepnya, Dorayaki Korma. Saat pengumuman, Yuliati senang bukan main ketika dari atas panggung diumumkan sebagai pemenang kitchen set yang sudah ada di tangannya. Maklum, sebagai orang yang suka masak, kitchen set sangat diidamkannya. 

Tak lama Yuliati harus kecewa, karena pembawa acara meralat pemenang kitchen set. Pasalnya, Yuliati adalah satu dari dua pemenang umrah. Namun, karena memiliki anak-anak yang masih kecil, Yuliati memberikan kepada Hilmi. 

"Adikku kirim SMS waktu aku ikut sertifikasi guru. Adik saya bilang alhamdulillah menang lomba masak Berkah Madina. Dia bilang, teteh (kakak) saja yang umrah," kenang Hilmi pertama kali mendapat jalan untuk menjadi tamu Allah. 

Berkah umroh dari minyak goreng Madina sempat membuat dirinya tak percaya. Bahkan, saat mengikuti manasik umrah di Jakarta dan mendapatkan koper dari travel. Setiap habis salat, kata perempuan lajang ini, dalam hatinya selalu membatin, apakah benar ini mimpi.

Keinginan Hilmi untuk umroh dan haji sudah dipersiapkannya sejak orangtuanya berangkat haji. Dengan niat yang kuat, ia membuka tabungan haji. Di tabungannya baru terkumpul kurang dari sejuta. Dalam benaknya, rasanya masih lama untuk bisa menjadi tamu Allah. 

"Ternyata saya menyadari bertamu ke rumah Allah adalah panggilan. Dan Allah memampukan kita untuk pergi ke sana. Saya sudah mengukur diri dan merasa enggak mampu. Tapi saya sudah ada niAt dan ternyata Allah kasih jalan lewat adik saya," imbuhnya. 

Tiga Kali Dicium
Mendapat kesempatan berharga ke Tanah Suci, digunakan Hilmi untuk umrah dua kali. Di Mekkah ia merasakan betapa orang dari berbagai bahasa bisa satu bahasa, yakni bahasa ibadah. Sekalipun berbeda, bahasa satu sama lain bisa dimengerti, baik lewat bahasa tubuh, ungkapan badan dan sebagainya. 

Hilmi mengaku punya pengalaman unik selama di Mekkah. Di mana ia mendapat tiga kecupan dari sesama jamaah perempuan saat melakukan ibadah. Kecupan pertama datang dari orang Turki. Saat itu dirinya berbagi tempat jamaah Turki untuk melaksanakan salat. 

Sedang ciuman kedua di tangan, didapatnya dari orang Bangladesh,  setelah ia membantu membukakan keran air untuk berwudlu. "Ciuman ketiga di ubun-ubun, saya dapat dari orang Turki. Saya merasa itu bahasa mereka saat mengungkapkan rasa terimakasihnya setelah kita tolong," begitu Hilmi meyakininya. 

Sedang dari orang Arab, Hilmi mendapatkan tasbih digital yang dilingkarkan di jari. Menurutnya, semua kejadian unik itu berlangsung di waktu yang berbeda. 
Di bawah naungan Ka'bah ini, ia tak lupa mendoakan adiknya yang bersama suaminya, sedang merintis usaha bakpau. 

"Saya mendoakan adikku, mudah-mudahan Allah memudahkan jalan dan jualannya bisa berkembang. Sekalian saya berdoa agar saya dan keluarga bisa melakukan umrah bersama. Waktu di Jabal Rahmah saya berdoa bisa mendapat jodoh yang soleh," katanya lagi. 

Penulis diary ini mengaku, betul-betul memanfaatkan keberangkatannya. Sampai-sampai, ia memiliki buku doa yang tercantum nama-nama anggota keluarga, saudara, teman-teman di sekolah, dan lainnya. Ia mengaku, itu dilakukannya saat mendoakan mereka tidak terlewat. 

Berkah lainnya, Hilmi dianggap sebagai anak oleh Nur Aini Siregar. Selama perjalanan suci ini, Hilmi selalu menemani perempuan 63 tahun itu. "Terus terang saya bertemu Ibu Nur banyak manfaat dan hikmahnya. Dia sudah menganggap saya sebagai anak angkatnya sendiri," kenangnya. 

Hal itu diakui Nur. Bagi Nur, perjalanan ke Tanah Suci ini adalah kali kedua. Kali pertama saat haji. "Syukur alhamdulillah saya sudah tua jadi anak tersebut (Hilmi) yang selalu membimbing saya baik ibadah di Masjidil Haram, Madina, dan saat jalan-jalan," ujar Nur.
Share this post :
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Blognya Si Rifqi - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger