dailyvid

More Post »
Headlines News :
Home » , » BNN Siap Penuhi Undangan Komnas HAM Soal Tudingan Penamparan Denny

BNN Siap Penuhi Undangan Komnas HAM Soal Tudingan Penamparan Denny

Written By Unknown on Jumat, 06 April 2012 | 21.05


Jakarta Komnas HAM berencana memanggil Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Wamenkum HAM Denny Indrayana terkait insiden dugaan penamparan yang terjadi di Lapas kelas IIA Pekanbaru, Senin dini hari lalu. BNN pun siap memenuhi undangan Komnas HAM.

"Pasti kita siap. Karena seperti adanya isu penamparan yang sekarang mencuat, situasi itu tidak ada," kata Kepala Humas Badan Nasional Narkotika (BNN), Kombes Sumirat Dwiyanto, saat berbicang dengan detikcom di Bandara Cengkareng, Jumat (5/4/2012).

Menurut Sumirat, pihaknya dalam setiap operasi pengungkapan baik itu di lapas-rutan atau pengungkapan lain, selali melakukan evaluasi. Dia memastikan tidak terjadi tindak kekerasan atau perlakuan tidak menyenangkan dalam setiap operasi.

"Seperti di lapas-rutan pemeriksaan, penggeledahan dilakukan oleh pihak lapas. BNN hanya mendampingi pemeriksaan penggeledahan tersebut," papar Sumirat.

Saat disinggung kabar adanya rekonstruksi penamparan yang digelar oleh Kalapas Kelas IIA Pekanbaru dan Kakanwilkum HAM Riau, Sumirat mengaku belum mengetahuinya.

"Kita belum ketahui itu. Saya baru mendengar dari media saja," jawab Sumirat.

Sumirat menambahkan, isu insiden seperti yang mencuat baru-baru ini di Lapas Pekanbaru bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya BNN pun sempat mendapat perlakuan serupa, yaitu ketika melakukan penangkapan terhadap salah satu bandar narkoba yang juga desertir Densus 88 Polda Bali.

Usai operasi yang berujung ricuh tersebut, BNN disebut bertindak arogan memasuki lapas dengan membawa senjata laras panjang.

"Padahal BNN saat itu tidak punya senjata," ujar Sumirat.

Selain itu BNN disebut tidak melakukan koordinasi dengan pihak Lapas Kerobokan. "Padahal kita ke dalam masuk bersama Kalapas," jelas Sumirat.

Meski Sumirat menilai ada upaya pelemahan kegiatan BNN dalam upaya pemberantasan dan peredaran narkotika pihaknya tetap mengacu kepada Undang-undang 35 tahun 2009 tentang tindak pidana narkotika.

"BNN bekerja berdasarkan undang-undang. Ada atau tidak MoU pengungkapan yang dilakukan BNN terus berjalan. Adanya MoU sendiri kuncinya adalah untuk memperbaiki dan memberantas jaringan narkotika yang ada di pemasyarakatan," jelas Sumirat.

Disinggung mengenai upaya pengaktifan kembali MoU antara Kemenkum HAM dan BNN, Sumirat mengaku pihaknya mengapresiasi langkah tersebut.

"Kita ketahui tindakan wamen selama ini banyak yang produktif, efektif untuk memberantas narkotika. jangan sampai tindakan yang produktif ini menjadi kontra produktif," ujarnya.

"Yang pasti kegiatan operasi perlu tingat kecepatan dan kerahasiaan sangat tinggi. Artinya waktu 5 menit bisa menjadi yang sangat luar biasa," tuturnya.
Share this post :
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Blognya Si Rifqi - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger