dailyvid

More Post »
Headlines News :
Home » , » ASEAN Ingin Cepat Selesaikan Konflik Laut China Selatan

ASEAN Ingin Cepat Selesaikan Konflik Laut China Selatan

Written By Unknown on Kamis, 05 April 2012 | 15.32


(Foto: evisaasia)
(Foto: evisaasia)
PHNOM PENH - Para pemimpin negara-negara anggota ASEAN berjanji untuk meningkatkan upaya penyelesaian sengketa maritim di Laut China Selatan, khususnya dengan China. Pernyataan itu muncul dalam pertemuan puncak KTT ASEAN ke-20 yang berlangsung di Phnom Penh, Kamboja.

Para pemimpin di kawasan ASEAN itu juga menegaskan kembali pentingnya Declaration of Conduct (DOC), yakni sebuah kesepakatan mengenai sengketa Laut China Selatan yang merupakan hasil negosiasi selama 10 tahun antara ASEAN-China. DOC dinilai penting untuk mempromosikan perdamaian dan pemahaman di daerah yang dipersengketakan.

"Kami menekankan perlunya meningkatkan upaya untuk memastikan bahwa pelaksanaan DOC berjalan efektif sesuai dengan pedoman yang telah disepakati," ujar pemimpin ASEAN seperti dikutip AFP Rabu, (4/4/2012).

Sementara itu menurut seorang mantan diplomat Thailand dan pengamat di Institute for Southeast Asian Studies, Singapura Pavin Chachavalpongpun pernyataan yang disampaikan oleh ASEAN tersebut adalah pernyataan yang lemah.

"Ini adalah pernyataan yang lemah. Namun dapat dimengerti bahwa ASEAN belum dapat menemukan posisi mereka dalam konflik Laut China Selatan," ujar Pavin Chachavalpongpun.

Sementara itu Perdana Menteri Kamboja Hun Sen dikabarkan berang ketika mendengar kabar yang menyebutkan, Kamboja berusaha menarik diri dari proses negosiasi damai atas konflik Laut China Selatan. Hun Sen pun membantah bahwa Kamboja menolak isu ini sebagai pembahasan utama dalam forum ASEAN Summit.

"Apa yang paling Saya benci adalah pernyataan mereka yang menyebutkan Kamboja berada di bawah tekanan China atas isu ini. Kamboja adalah Ketua ASEAN dan Kamboja memiliki hak untuk mengatur agenda pertemuan," ujar Perdana Menteri Kamboja Hun Sen.

China dan beberapa negara ASEAN seperti Brunei Darussalam, Malaysia, Filipina dan Vietnam diketahui terlibat dalam sengketa saling klaim pulau-pulau tidak berpenghuni yang terdapat di wilayah Laut China Selatan.
Selain memiliki letak yang strategis, pulau-pulau tersebut diyakini kaya dengan sumber daya alam seperti hidrokarbon misalnya.(rhs)
Share this post :
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Blognya Si Rifqi - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger