dailyvid

More Post »
Headlines News :
Home » , » 18 Kakek-Nenek Korban Pelanggaran HAM Tagih Janji Menko Polhukam

18 Kakek-Nenek Korban Pelanggaran HAM Tagih Janji Menko Polhukam

Written By Unknown on Kamis, 05 April 2012 | 20.32


Jakarta Sekitar 18 lansia (lanjut usia) yang berusia 60-70 tahun mendatangi kantor Kementerian Polhukam di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Mereka menuntut penyelesaian kasus pelanggaran HAM yang dilakukan tim bentukan pemerintah.

Para lansia ini datang Kamis (5/4/2012) pukul 13.50 WIB dengan ditemani empat aktivis Kontras. Mereka mengirimkan surat tuntutan yang berisi tentang pelanggaran HAM yang terjadi di masa lalu, seperti tragedi 1965, Tanjung Priok 1984, Talangsari Lampung, penghilangan paksa, Mei 1998, Trisaksi, Semanggi I dan Semanggi II. Surat tersebut ditujukan kepada Menko Polhukam Djoko Suyanto.

Ada tiga poin tuntutan mereka. Pertama, mereka menuntut agar Menko Polhukam bersedia menemui korban dan keluarga korban pelanggaran HAM. Kedua, Menko Polhukam dapat menjelaskan perkembangan penanganan kasus pelangaran HAM yang dilakukan oleh tim. Ketiga, Menkopolhukam harus menunjukkan komitmen penyelesaian kasus pelanggaran HAM di masa lalu.

"Ini,upaya menemui pak Menko Polhukam ini sudah lebih dari tiga kali. Tapi kami hanya dijanjikan saja tanpa kepastian yang jelas bagaimana format terbaik untuk menyelesaikan kasus ini," ujar salah seorang korban tragedi 1965, Efendi Saleh, di kantor Menko Polhukam.

Mereka ditemui Asisten Deputi Kemajuan dan Perlindungan HAM Otte Ruchiyaat, dan Asisten Deputi Hukum Internasional Arnold.

"Kami di sini untuk mendampingi korban-koban ini untuk meminta kejelasan tim ini seperti apa. Karena sejak Mei 2011 hingga kini tidak ada kejelasan," kata salah seorang aktivis Kontras, Muhammad Daud.

Pada tahun 2011 lalu, Presiden SBY telah menunjuk Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) untuk membentuk Tim Kecil penyelesaian kasus-kasus pelanggaran HAM berat masa lalu. Tim kecil ini lahir pasca pertemuan Komnas HAM dengan Presiden pada bulan Mei 2011 dengan dua pembahasan: kasus-kasus pelanggaran HAM berat masa lalu dan konflik Sumber Daya Alam (SDA). Mandat kerja tim ini adalah untuk mencari 'format terbaik penyelesaian kasus pelanggaran HAM berat masa lalu' dan konflik SDA agar tidak berlarut-larut.
Share this post :
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Blognya Si Rifqi - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger