dailyvid

More Post »
Headlines News :
Home » , » Sudan dan Sudan Selatan sepakat hentikan konflik

Sudan dan Sudan Selatan sepakat hentikan konflik

Written By Rifqi Ramadhani on Kamis, 29 Maret 2012 | 15.47


Perang Sudan
Pasukan Sudan Selatan mengerumuni bangkai
tank milik pasukan Sudan.
 

Sudan dan Sudan Selatan akhirnya sepakat untuk menghentikan konflik bersenjata di perbatasan agar tidak terjerumus dalam perang besar-besaran setelah muncul desakan dari dunia internasional.
Selama tiga hari terakhir, pertempuran pecah antara kedua negara yang melibatkan tank dan pesawat tempur di pusat minyak Sudan di Heglig.
Utusan kedua negara dijadwalkan bertemu di ibukota Ethiopia, Addis Ababa, Kamis (29/3) untuk melakukan pembicaraan damai.
"Apa yang kami harapkan adalah memperoleh cara untuk menghentikan kekerasan ini," kata juru runding Sudan Selatan Pagan Amum.
"Kami akan menghentikan pertempuran dan memastikan konflik ini tidak akan meledak menjadi perang besar antara kedua negara," tambah Amum.
Sementara itu, seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Sudan Rahamatalla Mohamed Osman mengatakan negerinya tidak pernah memulai perang.
"Namun, jika mereka memulai lebih dulu maka kami akan mempertahankan diri," ujarnya memperingatkan Sudan Selatan.

Serangan udara

Kami akan menghentikan pertempuran dan memastikan konflik ini tidak akan meledak menjadi perang besar antara kedua negara."
Pagan Amum
Pada Senin (26/3), pesawat-pesawat tempur Sudan melakukan serangan udara terhadap wilayah Sudan Selatan, saat angkatan darat kedua negara juga terlibat baku tembak.
Kedua belah pihak saling menyalahkan terkait pemicu pertempuran yang merupakan pertempuran terburuk sejak Sudan Selatan resmi merdeka pada Juli tahun lalu.
Sudah Selatan mengatakan mengatakan pasukan darat dan udara Sudan terlebih dulu menyerang dan memasuki wilayah Negara Bagian Unity.
Pasukan Sudan Selatan kemudian menyerang balik dan merebut ladang minyak Heglig yang sama-sama diklaim kedua negara.
Konflik bersenjata ini menuai keprihatinan dunia internasional. Amerika Serikat, Uni Afrika, Dewan Keamanan PBB dan Uni Eropa semua menyerukan penghentian kekerasan.
Uni Afrika bahkan meminta kedua angkatan bersenjata untuk menarik mundur pasukannya sedikitnya 10km dari perbatasan kedua negara.
Putaran terakhir pembicaraan damai yang disponsori Uni Afrika berakhir akhir bulan ini dengan sebuah perjanjian terkait masalah perbatasan dan kebangsaan.
Share this post :
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Blognya Si Rifqi - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger