dailyvid

More Post »
Headlines News :
Home » , , » Suami Dipenjara karena Dituduh Merampok, Siti pun Jadi Tukang Ojek

Suami Dipenjara karena Dituduh Merampok, Siti pun Jadi Tukang Ojek

Written By Unknown on Senin, 19 Maret 2012 | 21.16


Tukang ojek berdemo meminta Hasan dibebaskan (ari.s/detikcom)
Jakarta Suara Siti Khotimah (41) bergetar. Dia hingga kini tidak percaya jika suaminya, Hasan Basri (43), terlibat perampokan seperti yang dituduhkan polisi. Guna menyambung hidup, Siti menggantikan suaminya mencari nafkah dengan menarik ojek.

"Mulai ngojek habis subuh sampai pukul 09.00 WIB di kawasan Senen," kata Siti kepada wartawan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus), Jalan Gadjah Mada, Jakarta, Senin (19/3/2012).

Usai mengojek di pagi hari, Siti lalu menyiapkan keperluan dua anaknya yang masuk siang ke sekolah. Siti memasak, memandikan anak hingga mengantar mereka ke sekolah. Setelah itu, Siti berbenah di kost-kostan di Jalan Gunung Sahari IV, Jakarta Pusat, yang menjadi tempat tinggalnya, hingga waktu beranjak sore.

"Sore hari narik ojek lagi. Dari pukul 16.00 WIB hingga pukul 20.00 WIB," tambah Siti.

Menjadi tukang ojek merupakan pilihan yang tidak bisa dia hindari. Selain harus membiayai kebutuhan hidup diri dan kedua anaknya, dia juga harus membayar kost-kostan sebesar Rp 350 ribu per bulan. Sedangkan cicilan sepeda motor yang harus ditanggung adalah Rp 550 ribu per bulan. Dengan tanggungan hidup sebanyak itu, maka penghasilan sebagai tukang ojek yang tidak tentu tersebut tidak mencukupi. Kadang sehari bisa membawa pulag Rp 30 ribu atau Rp 70 ribu.

"Ini sudah 3 bulan belum bayar cicilan motor. Jika bulan ini tidak bayar cicilan, ya ditarik motornya," ujar Siti pasrah.

Beruntung, pemilik kost-kosan, Husni mengerti kasus yang membelitnya. Husni merelakan Siti membayar kost-kostan hingga benar-benar sanggup. "Tapi kalau motor kan wajib dicicil. Kalau tidak dicicil, bulan ke 4 ya ditarik," tutur Siti.

Sedianya Siti akan mengikuti sidang putusan suaminya dengan agenda putusan sela. Namun karena majelis hakim belum siap, maka putusan sela ditunda hingga Rabu (21/3) esok. "Majelis hakim belum selesai membuat putusannya maka ditunda hingga Rabu (21/3) jam 12 siang," kata ketua majelis hakim, Martin Ponto Bidara.

Kasus ini bermula saat polisi menangkap Hasan pada 9 November 2011 silam di pangkalan ojek Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. Tanpa ba bi bu, sekitar pukul 20.00 WIB, Hasan dibawa ke Polsek Menteng dengan tuduhan terlibat perampokan. Di Polsek Menteng, mata Hasan ditutup pakai lakban lalu ditidurkan dan dipukuli supaya mengaku. Setelah itu, Hasan harus mendekam di tahanan Polsek Menteng dan kini menghuni Rutan Salemba.

Atas pengakuan Hasan, polisi membantah. Penyidik kepolisian bekerja sesuai aturan yang diatur UU. Polisi bekerja sesuai kode etik. "Oleh karenanya bagi mereka yang kedapatan melanggar dan tidak sejalan dengan ketentuan organisasi akan menghadapi sanksi. Kepolisian sebagai institusi negara ada landasan operasional sesuai UU dan kode etik," jelas Kabag Penum Mabes Polri, Kombes Pol Boy Rafli Amar.
Share this post :
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Blognya Si Rifqi - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger