dailyvid

More Post »
Headlines News :
Home » , » Sekjen PBB: Suriah prioritas terpenting saat ini

Sekjen PBB: Suriah prioritas terpenting saat ini

Written By Unknown on Selasa, 20 Maret 2012 | 15.17


Sekjen PBB Ban Ki-moon
Ban Ki-moon menyatakan situasi Suriah adalah 
tanggung jawab moral dunia. 
Sekretaris Jendral Perserikatan bangsa-bangsa Ban Ki-moon menyatakan bahwa situasi di Suriah makin memburuk dan telah berkembang menjadi 'tak bisa diterima' dan 'tak bisa ditolerir', saat menjawab pertanyaan wartawan dalam pernyataannya bersama Presiden Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono.
PBB menurut Ban juga tengah melakukan serangkaian tindakan untuk mencegah jatuhnya korban lebih banyak di tengah kecamuk bentrok bersenjata yang makin panas di Suriah.
"Prioritas utama kita saat ini ada tiga hal: pertama menghentikan pembunuhan rakyat Suriah, kedua melibatkan pihak bertikai dalam dialog politis untuk mencari solusi dimana hak-hak sah rakyat Suriah akan dijamin, serta memberi jalan masuk terhadap upaya-upaya kemanusiaan terhadap mereka yang mebutuhkan di tengah konflik," kata Ban.
Upaya ini dijalin bersama dengan kerjasama sejumlah pihak terutama Organisasi Konferensi Islam, OKI yang menurut Ban saat ini tengah mengirim utusan ke Damaskus untuk membicarakan cara-cara mewujudkan tiga prioritas tersebut di Suriah.
"Kami juga mengirim utusan khusus PBB, pejabat (Sekjen PBB) pendahulu saya, Kofi Annan yang sudah dua kali bertemu Presiden Assad untuk membicarakan hal ini," tambah Ban.
Pernyataan ini muncul di tengah makin derasnya konflik berdarah, yang kini juga sudah merembet ke ibukota Damaskus.
Laporan terakhir pada hari Senin menyebut bentrokan senjata dan roket pelontar granat terdengar dari distrik al-Mezze di damaskus, yang merupakan kawasan berlokasinya sejumlah fasilitas keamanan dan salah satu bagian dari wilayah yang dijaga dengan senjata berat.
Pada Januari lalu juga dilaporkan Pasukan Pembebasan Suriah sempat menguasai beberapa daerah pinggir kota Damaskus.
Catatan korban sementara versi PBB menyebut sudah 8.000 jiwa tewas sejak pecah aksi menentang pemerintah Presiden Bashar al-Assad tahun lalu.

'Tanggung jawab moral'

Parahnya situasi di Suriah juga telah mendorong Rusia, negara sekutu terkuat Suriah disamping Cina, mengeluarkan pernyataan yang meminta negara Arab itu bersedia melakukan jeda pertempuran beberapa jam setiap hari untuk memberi akses pada organisasi kemanusiaan.
Dalam sebuah pernyataan Kementrian Luar Negeri Rusia mendesak agar pemerintah Suriah "serta seluruh pasukan bersenjata yang menentangnya" menyepakati gencatan senjata "tanpa membuang waktu lagi".
Kerusakan di Aleppo
Kecamuk perang terus menyebar di Suriah
termasuk hingga Aleppo dan Damaskus.
 
Rusia sendiri, juga bersama Cina, sudah dua kali memveto draf resolusi yang disponsori dunia Arab dan negara Barat terhadap Suriah di ajang sidang Dewan Keamanan PBB.
Dukungan dunia internasional menurut Ban Ki-moon merupakan hal sangat penting dalam upaya menyelamatkan rakyat Suriah.
"Saya harap dunia internasional akan terus bersatu, untuk mengatasi persoalan ini melalui tekanan diplomasi."
"Tak ada waktu yang boleh terbuang. Satu menit menunda berarti makin banyak warga (Suriah) yang tewas. Ini tanggung jawab moral kita,"tegasnya.
Secara pribadi, Ban juga menganggap situasi di Suriah adalah prioritas terpentingnya selaku Sekjen PBB saat ini.
Dukungan disuarakan oleh Presiden Yudhoyonoyang mendesak agar upaya terus digalang utnuk membantu menyelamatkan rakyat Suriah, meski draf resolusi PBB terus gagal disahkan.
"Jangan hanya karena draf resolusi gagal, Dunia sampai tak melakukan apa-apa,"kata Yudhoyono yang berdiri disamping Sekjen Ban.
Ban Ki-moon berada di Indonesia memenuhi undangan sebagai pembicara kunci untuk sebuah forum pertahanan regional di Sentul, Jawa Barat, dan akan melawat hingga Rabu (21/3).

Share this post :
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Blognya Si Rifqi - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger