dailyvid

More Post »
Headlines News :
Home » , , » Ratusan perempuan Afghanistan ditahan karena persoalan ''moral''

Ratusan perempuan Afghanistan ditahan karena persoalan ''moral''

Written By Unknown on Rabu, 28 Maret 2012 | 22.41


afghan women
Ratusan perempuan Afghanistan dipenjara karena
persoalan ''moral''.
 

Ratusan perempuan Afghanistan dipenjara karena apa yang disebut kejahatan moral, termasuk diantaranya lari dari rumah dan melakukan hubungan seks di luar pernikahan, demikian laporan organisasi hak asasi manusia, Human Rights Watch (HRW).
Dalam laporan itu disebut bahwa perempuan dihukum karena melarikan diri dari kekerasan dalam rumah tangga. Korban perkosaan juga banyak yang dipenjara.
Seks diluar perkawinan bahkan dalam konteks perkosaan juga dianggap sebagai perzinaan dan merupakan kejahatan moral.
Laporan yang diberi judul ''Saya harus melarikan diri'' itu diterbitkan di Kabul hari Rabu (28/3).
Menurut laporan tersebut pemerintahan Presiden Hamid Karzai di bawah kaidah hukum internasional dianggap gagal memenuhi kewajibannya.
''Sangat mengejutkan bahwa 10 tahun setelah Taliban jatuh, perempuan masih dipenjara karena melarikan diri dari kekerasan dalam rumah tangga maupun kawin paksa,'' kata direktur eksekutif HRW Kenneth Roth.

Memburuk

Laporan itu meminta pemerintah untuk membebaskan sekitar 400 perempuan dewasa dan anak-anak dari penjara maupun tahanan khusus anak-anak.
''Beberapa perempuan dan anak-anak dinyatakan berzina bahkan ketika ia diperkosa atau dipaksa menjadi pekerja seks,'' sebut laporan itu.
''Hakim seringkali menjatuhkan hukuman berdasar pengakuan tanpa adanya pengacara dan penandatanganan pernyataan dari perempuan yang tidak bisa baca tulis.''
''Hukuman yang dijatuhkan kadang sangat panjang, bahkan bisa lebih dari 10 tahun.''
Laporan tersebut menyebutkan situasinya diperparah sikap tidak jelas Karzai terkait posisi perempuan.
''Enggan atau tak mampu mengambil garis tegas yang konsisten berhadapan dengan kekuatan konservatif di negaranya, ia sering membuat kompromi yang justru berdampak negatif terhadap hak perempuan.''
Awal bulan ini Presiden Karzai mendukung ''aturan perilaku'' yang dikeluarkan majlis ulama yang memperbolehkan suami memukul istri di bawah situasi tertentu.
Salah satu yang memperkuat alasan penyerangan ke Afghanistan oleh pasukan internasional pimpinan Amerika tahun 2001 adalah persoalan hak perempuan ini.
Banyak pegiat sekarang khawatir, pemerintah Afghanistan malah justru membawa kemunduran karena mencoba memenangkan hati kelompok konservatif untuk kepentingan politik mereka.
Share this post :
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Blognya Si Rifqi - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger