dailyvid

More Post »
Headlines News :
Home » » Presiden & DPR Bukan Pribadi Utuh, Dikendalikan Elite Tertentu

Presiden & DPR Bukan Pribadi Utuh, Dikendalikan Elite Tertentu

Written By Unknown on Rabu, 28 Maret 2012 | 22.25

Jakarta Pakar hukum tata negara, Irman Putra Sidin, menilai DPR dan Presiden RI saat ini bukanlah diri mereka yang utuh dalam menjalankan tugas negara sebagaimana mestinya. Sebab, ada pihak lain yang memboncengi mereka dengan berkedok partai politik.

"Institusi negara ini sedang dalam kendali elite-elite yang berjubah partai politik untuk mencengkeram keadaan sekarang ini. Presiden dan DPR bukan sebagai pribadi yang utuh, mereka dikendalikan oleh elite-elite tertentu," kata Irman, Rabu (28/3/2012).

Hal itu disampaikan Irman usai acara diskusi bertajuk 'Peningkatan Fungsi Legislasi DPR, Rekomendasi terhadap Rencana Kerja untuk Mengurangi Penumpukan Rancangan UU' di Hotel Atlet Century Park, Senayan, Jakarta Pusat.

Terkait hal itu, Irman mencontohkan RUU Keistimewaan Jogjakarta. RUU itu sampai saat ini masih belum selesai. Dugaan adanya kekuatan di balik para petinggi negara itu pun semakin kuat di mata Irman.

"Ini ada suatu konflik yang tidak kelihatan. Sekali lagi, bukan karena partai politik, tapi elite-elite yang menginjeksikan kepentingannya di situ. Kontrak politik di setiap proses legislasi itu terjadi," tegas Irman.

Pada kesempatan yang sama, Guru Besar Universitas Indonesia Iberamsjah menganggap DPR telah mengingkari rakyat. Maraknya unjuk rasa, baik di ibu kota maupun daerah, yang menolak kenaikan harga BBM seharusnya jadi pertimbangan DPR untuk tidak ngotot menetapkan kenaikan itu.

"Katanya yang unjuk rasa sebagian besar masyarakat, harusnya lihat dong dari Aceh sampai Papua, kok masih juga mereka mengingkari itu. Harusnya batalkan saja kenaikan (harga BBM) itu," kata Iberamsjah.

Menurut Iberamsjah, permasalahan DPR yang dinilai mengingkari rakyat ini bisa diantisipasi sejak awal. Partai politik sebagai pengusung para anggota DPR seharusnya lebih ketat dalam menyeleksi calonnya.

"Seharusnya ada proses seleksi dan screening yang kuat sebelum dia (calon dari partai) menjadi anggota DPR atau eksekutif nasional," ungkap Iberamsjah.
Share this post :
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Blognya Si Rifqi - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger