dailyvid

More Post »
Headlines News :
Home » » Polisi Tak Tahu Plat Nomor Pejabat Dihitamkan

Polisi Tak Tahu Plat Nomor Pejabat Dihitamkan

Written By Unknown on Kamis, 29 Maret 2012 | 14.57


Polisi Tak Tahu Plat Nomor Pejabat Dihitamkan
Tribun Manado/Budi Susilo
Ilustrasi plat merah 

TRIBUNNEWS.COM, MOJOKERTO -Maraknya pejabat mengganti plat nomor mobil dinas dari merah menjadi warna hitam ternyata tanpa berkoordinasi dengan polisi. Kapolres Mojokerto menilai penggantian plat nomor mobil dinas menjadi warna hitam itu telah melanggar undang-undang.
Kapolres Mojkerto AKBP Eko Puji Nugroho mengatakan, pihaknya tidak pernah menyarankan untuk mengganti plat nomor warna merah menjadi hitam. “Saya tak pernah menyarankan itu. Dan sejauh ini tak ada pemberitahuan kepada saya,” ujar dia.
Karena itu, jika ada kendaraan dinas yang berplat hitam, maka pihaknya bakal menindak. Karena hal tersebut jelas melanggar undang-undang. “Yang saya himbau agar mengurangi aktivitas penggunaan mobil plat merah. Untuk sementara biar menggunakan mobil pribadi dulu,” ujarnya.
Maraknya penggantian plat nomor merah menjadi hitam dilakukan, karena kekhawatiran menyusul aksi demo kenaikan BBM. Alasannya, khawatir menjadi sasaran perusakan terhadap aset-aset daerah saat terjadi demonstrasi.
Secara terpisah, Sekab Mojokerto M Ardi Prasetiawan mengatakan, pihaknya tidak pernah menginstruksikan agar plat merah diganti dengan plat hitam. Karenanya, ia akan meminta sejumlah pejabat yang merubah plat nomor mobil dinas itu menjadi warna hitam.
“Nanti akan kita minta untuk dikembalikan semula. Karena itu melanggar undang-undang,” ujarnya.
Berbeda dengan wilayah Kota Mojokerto terdapat 47 unit mobil yang diubah warnah menjadi hitam. Dari mobdin wali kota, wawali, sekdakot, ketua DPRD sampai kepala dinas, kantor  dan kepala bagian (kabag).  
Penggantian plat mobil dinas untuk sementara waktu itu merupakan inisiatif pemkot sendiri. Hal ini diakui Wali Kota Mojokerto Abdul Gani Suhartono. “Tidak ada instruksi khusus, berupa surat atau sejenisnya. Itu hanya inisiatif saja,” katanya.
Penggantian pelat hitam dalam waktu sementara itu juga untuk menghindari terjadinya aksi perusakan aset saat berlangsung demonstrasi penolakan kenaikan harga BBM 1 April 2012 mendatang.
Pemkot Mojokerto tidak ingin, peristiwa pembakaran mobil wakil wali kota Mojokerto pada tahun 2010 lalu terulang kembali. “Orang demo itu terkadang dipengaruhi emosi. Makanya, jangan sampai terjadi perusakan mobdin lagi, seperti waktu pilkada kabupaten beberapa waktu lalu. Mobil dinas wawali dibakar, kalau seperti itu siapa yang bertanggung jawab?” katanya.
Share this post :
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Blognya Si Rifqi - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger