dailyvid

More Post »
Headlines News :
Home » , , » Perampok WN Korea di Apartemen Somerset Ditangkap di Cibinong

Perampok WN Korea di Apartemen Somerset Ditangkap di Cibinong

Written By Unknown on Senin, 19 Maret 2012 | 21.29

Jakarta Aparat Subdit Resmob Polda Metro Jaya berhasil menangkap salah satu pelaku perampokan Kim Seong Rok, WN Korea di Apartemen Somerset pekan lalu. Pelaku ditangkap di Cibinong, Bogor.

Kepala Subdit Resmob Polda Metro Jaya AKBP Herry Heryawan saat dikonfirmasi membenarkan penangkapan tersebut.

"Tersangka bernama FaisaL Maruapey (36). Dia ditangkap pada Kamis (15/3)," kata Kasubdit Resmob Polda Metro Jaya AKBP Herry Heryawan kepada detikcom, Senin (19/3/2012).

Herry mengatakan, tersangka merupakan mantan karyawan korban. Dia berperan memberi informasi mengenai korban terhadap 3 pelaku lainnya.

"Di lapangan, dia bertindak sebagai sopir dan mendapatkan bagian Rp 40 juta," katanya.

Herry melanjutkan, pihaknya masih memburu 3 pelaku lainnya. Dari tersangka, polisi menyita barang bukti berupa satu unit Daihatsu Xenia B 1882 UKC warna hitam.

Peristiwa perampokan itu terjadi pada Jumat (2/3) malam di kamar 0221 Apartemen Somerset, Kuningan, Jakarta Selatan. Saat itu, korban diundang oleh salah satu pelaku ke kamar tersebut.

Sebelumnya, korban dengan salah satu pelaku sempat bertemu di sebuah restoran di kawasan Bogor pada pertengahan Februari 2012 lalu. Saat itu, mereka membicarakan perjanjian utang-piutang.

Korban bermaksud meminjam uang sebesar Rp 2 miliar kepada pelaku. Pelaku kemudian menyepakatinya, dengan syarat korban membayar Rp 200 juta lebih dulu sebagai uang muka. Pelaku juga sempat mensurvey pabrik korban di Cikupa, Tangerang. Saat itu, korban dijanjikan akan diutangi separuhnya, yakni Rp 1 miliar dulu.

Hingga kemudian pada Jumat 2 Februari 2012 sekitar pukul 11.00 WIB, korban datang ke lokasi dengan ditemani dua orang wanita yang merupakan stafnya. Saat tiba di lobi apartemen, salah satu pelaku-yang merupakan teman dekat korban-menjemputnya.

Melihat korban ditemani dua orang perempuan, pelaku kemudian menyuruh korban untuk pulang dan kembali lagi pukul 18.00 WIB. Menjelang pukul 18.30 WIB, korban pun kembali ke apartemen tersebut seorang diri.

Korban kemudian naik ke kamar apartemen ditemani seorang pelaku yang merupakan teman dekatnya itu. Setibanya di dalam ruang tamu unit apartemen, korban kemudian disuruh meneken perjanjian pembayaran uang muka Rp 200 juta.

Namun kemudian korban menolak karena pelaku belum menunjukkan uang Rp 1 miliar yang dijanjikan oleh pelaku. Pelaku kemudian berpura-pura menunjukkan uang Rp 1 miliar.

Namun, saat masuk ke dalam kamar, korban kemudian disergap oleh seorang pelaku lain yang tidak dikenal. Korban kemudian diikat. Para pelaku kemudian mengambil uang korban. 
Share this post :
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Blognya Si Rifqi - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger