dailyvid

More Post »
Headlines News :
Home » , , » Pengamat: Pilkada Jakarta sengit dan ketat

Pengamat: Pilkada Jakarta sengit dan ketat

Written By Unknown on Selasa, 20 Maret 2012 | 15.12


Massa pemilu di Jakarta
Pengamat menilai ajang Pilkada dipakai partai
sebagai pemanasan Pemilu 2014.
 
Pengamat meramalkan pemilihan kepala daerah (Pilkada) tingkat gubernur dan wakil gubernur di Jakarta akan berlangsung sengit dan dalam dua putaran melihat banyaknya calon yang bersaing serta potensi kekuatan mereka yang dianggap relatif seimbang.
Pilkada Jakarta tahun ini diikuti enam pasangan calon, terbanyak dalam sejarah pemilihan langsung gubernur dan wakilnya di Jakarta sejak Pilkada digulirkan.
Sangat berbeda dengan Pilkada 2007 dimana hanya ada dua pasangan calon yang beradu, kali ini ada enam pasangan calon yang akan mencoba peruntungan.
"Partai politik enggan berkoalisi dan masing-masing ngotot dengan calonnya sendiri-sendiri jadi pasti Pilkada akan berlangsung lebih keras dari sebelumnya,"ramal Dodi Ambardi, pengamat dari Lembaga Survey Indonesia.
Ramainya bursa kandidasi menurut Dodi tak lepas dari ambisi partai untuk menggunakan posisi gubernur Jakarta sebagai batu loncatan memperkuat posisinya atau menjadikannya mesin kas partai.
"Jangan lupa Jakarta ini adalah penjuru segala sorotan, kalau bisa mengelola Jakarta akan berdampak sangat besar pada partai. Jakarta juga sumber perputaran uang, ini bisa sangat signifikan memperbaiki kas partai,"tambah Dodi.
Situasi ini menurut Budi Eko Wardani dari Pusat Kajian Politik (Puskapol) UI, menunjukkan buruknya persepsi partai menjawab harapan publik tentang perbaikan Jakarta.
"Bukannya perang program mengatasi persoalan Jakarta, Pilkada malah jadi ajang eksperimen pertarungan politik 2014,"kata Budi.
Munculnya calon-calon dari partai besar pada menit-menit terakhir, menurut Budi menunjukkan bahwapartai tidak siap dengan kandidat dan program sejak jauh ahri sebelumnya.

Enam pasangan

Hingga Senin malam hanya beberapa jam menjelang pendaftaran Pilkada ditutup, sejumlah partai baru memastikan calon yang akan diikutkan dalam kontes gubernur Jakarta ini.
PKS akhirnya maju tanpa rekan koalisi, mengusung politisi senior Hidayat Nur Wahid, didampingi kader PAN yang lebih dikenal sebagai pengamat ekonomi, Didik Rachbini. Namun Didik maju, menurut PKS bukan atas nama partai yang elama ini jadi tempatnya bernaung, PAN.
PAN sendiri belum memberi penjelasan resmi, kemana suaranya diarahkan mengingat sebelumnya santer dikabarkan akan menyalurkan dukungan pada calon yang direstui Partai Demokrat, Fauzi Bowo.
Dodi Ambardi
Seperti pengamat lain, Dodi juga meramalkan Pilkada 
DKI akan berlangsung dua putaran. 
Fauzi, atau lebih dikenal publik sebagai Gubernur Foke, malah maju dengan didampingi oleh cawagub yang juga diusung Demokrat, Nachrowi Ramli, sehingga membuyarkan spekulasi Demokrat akan berkoalisi dengan partai unggulan lain dalam Pilkada ini.
PDI Perjuangan juga baru pada petang harinya mendaftarkan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama pada KPU, setelah debat alot di tingkat pengurus daerah dan pusat. Sempat pula muncul pemberitaan, Jokowi hampir gagal dicalonkan akibat debat internal antara dua pimpinan tertinggi PDIP, yakni Ketua Umum Megawati Sukarnoputri dan suaminya Taufik Kiemas. Berita ini disangkal kader PDIP.
Yang nampaknya paling mantap mendaftarkan diri lebih dulu adalah Golkar, yang dengan dukungan PPP dan Partai Damai Sejahtera mengusung Alex Noerdin-Nono Sampono, untuk kursi DKI-1. Meski nama Alex yang masih menjabat Gubernur Sumsel relatif kurang dikenal di Jakarta, Golkar sudah sejak pekan lalu mengumumkan namanya sebagai cagub.
Dua kandidat independen, pertama kalinya dalam sejarah Pilkada Jakarta, pasangan Hendardji Supandji-Riza Patria serta Faisal Basri-Biem Benyamin, juga sudah lebih dulu mendaftar. Namun kandidasi Faisal-Biem masih terhalang syarat 190 ribu KTP pendukung.

'Tergantung kemasan'

Melihat ramainya bursa pencalonan, Budi berpendapat pertarungan Pilkada DKI akan menjadi sangat ketat.
"Mesin politik calon, baik partai maupun tim suksesnya, akan berjuang habis-habisan untuk memperkenalkan calon pada pemilih dalam tiga bulan ke depan,"kata pengajar di Fakultas Ilmu Politik UI ini.
Mesin politik calon, baik partai maupun tim suksesnya, akan berjuang habis-habisan untuk memperkenalkan calon pada pemilih dalam tiga bulan ke depan"
Budi Eko Wardani

Para calon, selain Hidayat dan Foke, menurut Budi belum banyak dikenal publik Jakarta sehingga upaya mempopulerkan nama mereka melalui media akan sangat gencar dialkukan.
"Terutama lewat televisi ya, pasti ramai sekali,"tambah Budi.
Dodi Ambardi berpendapat serupa.
Menurutnya semua calon akan memainkan strategi yang sama untuk meraih dukungan: menggunakan format dan kemasan yang tepat di media.
"Karena yang penting adalah bagaimana mengemas kandidat agar punya daya tarik pada pemilih sehingga nampak mampu mengatasi problem Jakarta."
Sementara ramalan akan berlangsungnya dua putaran Pilkada menurut pengamat Dodi Ambardi juga sangat beralasan mengingat potensi para calon yang dilihatnya merata.
"Kalau pemilih merasa muak dan bosan dengan kinerja partai, mereka bisa lihat kelebihan Faisal Biem yang belum terkontaminasi partai politik,"papar Dodi yang meraih gelar Doktor Ilmu Politik dari Universitas Ohio ini.
"Untuk calon yang dianggap sudah punya rekam jejak keberhasilan memimpin daerah ada Jokowi, meskipun banyak juga orang menilai Solo tentu beda dengan Jakarta."
Adapun potensi terbesar Alex Noerdin menurut Dodi adalah kekuatan sumber dananya yang dianggap vital untuk menggerakkan mesin politik Pilkada.
"Dia dikenal sebagai Gubernur yang kaya, jadi sanggup membiayai berbagai upaya mencari dukungan pemilih,"ulasnya.
Sedang kekuatan Hidayat Nur wahid menurut Dodi ada pada PKS yang pemilihnya dikenal solid serta mempunyai pendukung terbanyak kedua di DKI.
Dukungan besar juga diramalkan Dodi akan didapat pejabat gubernur Fauzi Bowo, karena diuntungkan oleh jabatan yang masih disandangnya.
"Dia juga diuntungkan oleh cuaca, karena belakangan curah hujan rendah jadi Jakarta tidak dilanda banjir seperti tahun-tahun sebelumnya,"tambah Dodi sambil tertawa.
Menurut daftar penduduk potensial pemilih Pilkada 2012 terdapat 7,5 juta pemilih yang akan memberikan suaranya pada 11 Juli mendatang.


Share this post :
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Blognya Si Rifqi - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger