dailyvid

More Post »
Headlines News :
Home » » Pengadilan Negeri Ende akan Mogok Sidang, Kepala PN Siap Dipecat

Pengadilan Negeri Ende akan Mogok Sidang, Kepala PN Siap Dipecat

Written By Unknown on Selasa, 27 Maret 2012 | 17.35


ilustrasi (ari saputra/detikcom)
Jakarta Ancaman mogok sidang sebagai aksi menuntut kesejahteraan hakim bukan ancaman semata. Seperti dibuktikan di Pengadilan Negeri Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), seluruh hakim akan mogok sidang dengan segala konsekuensinya.

"Semua kemungkinan terburuk telah kami pertimbangkan. Bahkan jika sampai saya sebagai Kepala PN dipecat, saya siap," kata Ketua PN Ende, Petensili Achmad Tokan, saat berbincang dengan detikcom, Selasa (27/3/2012).

Terkait kapan waktu pelaksanaan mogok sidang, bagi Petensili siap dilaksanakan kapan saja. "Kami siap mogok sidang kapan pun. Tinggal menunggu momentum yang tepat. Hari ini, esok atau lusa, kami siap. Kalaupun gerakan mogok sidang secara nasional gagal, kami akan aksi sendirian," ujar Petensili.

Hakim yang telah memegang palu selama 10 tahun ini menceritakan awalnya dia mengumpulkan seluruh hakim di ruang kerjanya, Senin (26/3) kemarin. Lalu dia melempar wacana kesejahteraan hakim kepada 6 anak buahnya. Gayung pun bersambut yaitu ke 6 hakim tersebut sepakat untuk melakukan mogok sidang. "Jadi tidak ada perdebatan. Langsung semua setuju tanpa ada paksaan," ujar Petensili.

Alasan mogok sidang tersebut karena tunjangan hakim telah 11 tahun tidak naik. Selain itu 4 tahun gaji juga mengalami hal serupa. Alhasil, mereka dalam sebulan hanya mengantongi uang Rp 3 jutaan untuk biaya hidup di Ende yang sangat tinggi.

"Meski saya ini Kepala PN dengan tunjangan lebih bagus dari anak buah saya, tapi yang saya lakukan bukan untuk kepentingan saya pribadi. Tapi perjuangan ini untuk memperbaiki sistem. Anak buah saya dengan gaji seperti itu harus bisa bertahan hidup. Ini juga dirasakan pula oleh seluruh hakim-hakim di daerah," ujar ayah 5 anak ini.

Kepada anak buahnya, Petensili memberikan masukan dan pertimbangan dampak terburuk apabila mogok sidang. Namun para hakim mengaku sudah siap menanggung semua risiko yang harus ditanggung. Baik dari dalam institusi maupun dari masyarakat.

"Di sini, beli ikan 1 ekor kecil harga termurah Rp 20 ribu. Sekali belanja harian dengan uang Rp 50 ribu tidak cukup. Kalau hakim yang lajang lebih parah lagi, makan di warung sangat mahal," ujar Petensili.

Menanggapi masalah kesejahteraan hakim, Mahkmah Agung (MA) telah meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menaikkan gaji hakim sejak 1,5 tahun lalu. "Rencana kenaikan gaji, kalau tidak salah setahun lalu telah kami ajukan ke Presiden. Satu setengah tahun lalu. Silakan tanya ke Presiden karena sudah diajukan ke Presiden," kata Sekretaris MA, Nurhadi, pada Senin kemarin.

Untuk meyakinkan Presiden SBY, dalam surat tersebut dilengkapi dengan dokumen lengkap. "Itu dituangkan dalam usulan lengkap dengan dokumen," ujar Nurhadi.
Share this post :
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Blognya Si Rifqi - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger