dailyvid

More Post »
Headlines News :
Home » , » Pengadilan banding menangkan pemerintah Hong Kong terkait PRT

Pengadilan banding menangkan pemerintah Hong Kong terkait PRT

Written By Unknown on Rabu, 28 Maret 2012 | 17.17


Hong Kong
Pemerintah Hong Kong menolak PRT asing
menjadi penduduk tetap kota itu.
 
Pemerintah Hong Kong memenangkan banding terkait keputusan soal boleh tidaknya seorang pembantu rumah tangga asing mengajukan diri sebagai penduduk tetap di kota itu.
Sebelumnya pada bulan September pengadilan tinggi Hong Kong memenangkan gugatan yang diajukan seorang pembantu rumah tangga asal Filipina, Evangeline Banao Vallejos.
Dalam putusannya saat itu pengadilan menyebutkan aturan yang menyatakan pembantu rumah tangga tidak termasuk dalam kelompok warga asing yang berhak mengajukan permohonan sebagai penduduk tetap di negara itu adalah aturan yang tidak sesuai dengan undang-undang dasar.
Namun pemerintah Hong Kong keberatan dengan keputusan tersebut, mereka menilai aturan itu nantinya akan memberikan kesempatan kepada sekitar 300 ribu pembantu rumah tangga yang ada di sana menjadi warga tetap di wilayah yang pernah dikuasai Inggris ini.
Kondisi ini berakibat pada bertambahnya warga dengan status penduduk tetap di Hong Kong dan akan menjadi beban tersendiri bagi kota itu.
Keberatan pemerintah Hong Kong memang kemudian dikabulkan pengadilan banding yang mengatakan bahwa keputusan pengajuan menjadi penduduk tetap tergantung kepada pemerintah yang berkuasa.
Pemerintah yang berkuasa berhak untuk memutuskan kategori warga asing yang berhak menjadi penduduk tetap Hong Kong.

Belum usai

Namun perdebatan soal ini masih belum berakhir, pengacara Vallejos, Mark Daly mengatakan mereka akan mengajukan banding kepada Pengadilan Banding Tertinggi.
"Ada sejumlah persoalan terkait hukum yang cukup ketat dan juga prinsip. Kami yakin bisa memenanginya," kata Daly kepada BBC News.
"Vallejo adalah tipe orang Hong Kong yang patut dibanggakan," tambahnya.
Keputusan itu melegalkan diskriminasi terhadap pekerja migran"
Delores Balladares

Vallejo merupakan pembantu rumah tangga asal Filipina yang bekerja pada sebuah keluarga yang sama sejak tahun 1986 di Hong Kong.
Kasus ini sendiri memunculkan perdebatan panjang dan meluas di negara itu terkait soal hak dan kondisi kerja sekitar 300 ribu pembantu rumah tangga yang kebanyakan berasal Filipina dan Indonesia.
Keputusan pengadilan sebelumnya juga telah memicu protes ribuan warga Hong Kong yang menentang pemberian status penduduk tetap terhadap pembantu rumah tangga asing yang bisa berdampak pada pelayanan publik dan pasar tenaga kerja di negara itu.
Keputusan pengadilan banding Hong Kong yang membatalkan keputusan sebelumnya mendapat reaksi keras dari Organisasi Pekerja Migran Asia.
"Keputusan itu melegalkan diskriminasi terhadap pekerja migran," kata Delores Balladares salah satu pengurus organisasi itu kepada BBC News.

Share this post :
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Blognya Si Rifqi - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger