dailyvid

More Post »
Headlines News :
Home » , » Partai politik 'bingung' calonkan gubernur DKI

Partai politik 'bingung' calonkan gubernur DKI

Written By Unknown on Senin, 19 Maret 2012 | 23.42


Joko Widodo
Perubahan peta politik membuat nama Jokowi
langsung melesat ke puncak kandidat PDIP.
 
Sampai hari terakhir pendaftaran calon gubernur Jakarta dan wakilnya, baru Partai Golkar dan dua calon independen yang sudah resmi mendaftarkan pencalonan.
Sementara sejumlah partai utama, termasuk Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera belum bersedia mengumumkan pasangan calon mereka.
"Sore ini kita umumkan pasangannya pukul 18.00 di Foke Center,"kata Wakil ketua DPP Ahmad Mubarok.
Foke, alias Fauzi Bowo yang menjabat sebagai Gubernur Jakarta saat ini, sudah beberapa hari terakhir disebut kader Demokrat sebagai calon gubernur, meski nama pendampingnya masih dirahasiakan.
Mulanya Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum menyebut Foke akan didampingi oleh kader PDI Perjuangan Adang Ruchiatna, namun dalam perkembangan yang dramatis akhir pekan lalu nama Adang akhirnya tergeser.
"Itu gara-gara ada manuver Prabowo (Subianto, Ketua Umum Partai Gerindra) pada Mega (Sukarnoputri, Ketua umum PDIP),"tambah Mubarok.
Dalam perkembangan terakhir, akhirnya PDIP menyatakan akan maju mengusung Walikota Surakarta, Joko Widodo alias Jokowi, sebagai calon gubernur. Jokowi akan didampingi oleh cawagub yang diusulkan Partai Gerindra, Basuki Tjahaja Purnama, yang lebih dikenal dengan nama Ahok.
"Tunggu saja malam ini, kami langsung daftar ke KPU DKI,"kata Hasto Kristanto, Wakil Sekjen PDIP.
Belakangan sekitar pukul 17.30, rombongan Jokowi sudah sampai di Kantor KPUD Jakarta untuk mendaftarkan diri.

'Kekuatan merata'

Sangat berbeda dengan Pilkada Jakarta 2007 yang hanya diisi oleh dua pasangan calon, Pilkada kali ini diperkirakan akan penuh sesak dengan setidaknya lima pasangan calon.
Tim kampanye Faisal Basri
Faisal Basri dan Hendardji Supandji menandai era 
baru calon independen pemilu DKI. 
Mereka adalah dua pasangan dari kubu independen (Hendardji Supandji-Ahmad Riza Patria serta Faisal Basri-Biem Benyamin), serta tiga pasangan dari partai politik (Alex Noerdin-Nono Sampono yang diusung Golkar, Fauzi Bowo yang dicalonkan Demokrat, Joko Widodo dijagokan PDIP, serta calon lain dari PKS).
"Kekuatannya nanti merata, tidak ada yang terlalu kuat atau lemah,"ramal Ahmad Mubarok dari Partai Demokrat.
Selain menilai tak ada calon yang benar-benar menonjol, Mubarok juga memandang tak ada kandidat yang ebnar-benar punya kemampuan signifikan mengatasi persoalan klasik yang dihadapi ibu kota.
"Foke minimal sudah tahu medan, tidak lagi trial and error,"tambahnya memberi alasan kenapa Demokrat tetap berkutat pada nama Fauzi Bowo.
Sebaliknya menurut Hasto Kristanto dari PDIP, Jakarta harus dipimpin oleh sosok yang lebih baik dari Foke.
"Jokowi terbukti kemampuan mengelola APBD yang pro kebijakan pada rakyat, contohnya menciptakan kebijakan transportasi terobosan di Solo, juga menata pedagang pasar. Pokoknya mengedepankan aspek tata kota yang manusiawi,"kata Hasto.
PDIP menurut Hasto optimistis Jokowi akan sanggup menarik suara pemilih Jakarta melihat tingginya ketidakpuasan terhadap pemerintahan Fauzi Bowo sebelumnya.
Yang masih jadi teka-teki adalah langkah yang akan ditempuh oleh PKS, melihat konstelasi politik Pilkada DKI saat ini.
Meski sejumlah kader partai menyatakan calon kuat gubernur adalah Hidayat Nurwahid, mantan presiden partai sekaligus ketua MPR, namun hingga kini belum ada kepastian termasuk siapa yang akan jadi pendampingnya.
"Tunggu saja nanti malam, pasti ada lah,"kata Mustafa Kamal, Ketua Fraksi PKS di DPR.
Pilkada DKI Jakarta tahun ini dipandang pengamat menjadi ajang pertaruhan penting bagi partai-partai politik sebelum Pemilu dan Pilpres digelar, dua tahun lagi.

Share this post :
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Blognya Si Rifqi - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger