dailyvid

More Post »
Headlines News :
Home » » Dukungan 20 Parpol ke Hasnaeni Baru Pembicaraan Awal

Dukungan 20 Parpol ke Hasnaeni Baru Pembicaraan Awal

Written By Unknown on Kamis, 29 Maret 2012 | 15.18


Dukungan 20 Parpol ke Hasnaeni Baru Pembicaraan Awal
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Hasnaeni sang wanita emas yang gagal menjadi bakal calon Gubernur DKI Jakarta, saat berbincang dengan wartawan Tribun, di kantor PLN Pusat, Jakarta Selatan, Selasa (27/3/2012). Hasnaeni menceritakan perihal gugatan penipuan partai-partai anggota Koalisi Bersatu DKI Jakarta pendukung Alex-Nono. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Calon wakil gubernur DKI Jakarta Nono Sampono menilai ancaman "wanita emas" Hasnaeni ke KPUD DKI akan sia-sia. Hasnaeni meminta KPUD DKI Jakarta untuk menolak dukungan 21 partai kepada pasangan Alex-Nono.
Menurut Nono, kesepakatan Hasnaeni dengan 21 parpol itu hanyalah pembicaraan awal. Tidak disertai dengan surat formal.
"Mungkin saya boleh bilang itu (Hasnaeni) hanya tahapan pembicaraan awal, secara formal saya ada surat dukungan," kata Nono di Posko Pemenangan Alex-Nono, Jakarta Pusat, Rabu (28/3/2012).
Selain itu, Nono juga mengatakan bahwa ke-21 parpol itu datang ke KPUD DKI saat detik-detik terakhir pendaftaran untuk memberikan dukungan.
"Dua tahap yang dia (Hasnaeni) belum lalui yakni secara formal dan dukungan, saya sudah memiliki dua-duanya," ujar Nono.
Nono mengatakan dengan enam pasang kandidat yang maju dalam Pilkada DKI Jakarta. Maka peran parpol yang tidak memiliki kursi di DPRD itu cukup penting.
"Parpol non-sehat tetap punya massa. LSN dan ormas juga dan itu diperlukan untuk merebut massa," pungkasnya.
Sebelumnya,  Hasnaeni, ingin agar 20 partai non parlemen dicabut dukungannya terhadap pasangan Alex Noerdin-Nono Sampono.
Keinginan tersebut lantaran Hasnaeni batal dicalonkan sebagai cagub-cawagub DKI.  Hasnaeni mengatakan  saat dirinya mengetahui 20 parpol mendukung Alex-Nono, ia sudah menyurati KPU DKI agar dukungan 20 parpol itu tidak disahkan dalam waktu 1x24 jam.
Tetapi hal itu tak ditanggapi karena KPU DKI menganggap tidak mungkin melakukan itu sebelum melakukan verifikasi kepengurusan parpol.
"Saya melaporkan hal ini ke Bareskrim Mabes Polri karena ingin para politisi ini bisa menghargai orang lain dan berpolitik secara santun. Ini bisa menjadi sebuah pelajaran bagi calon Kepala Daerah lain, kalau berpolitik harus santun. Jangan mempermainkan orang lain," pungkasnya.
Share this post :
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Blognya Si Rifqi - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger