dailyvid

More Post »
Headlines News :
Home » , » Basmi Tomcat, Jangan Berlebihan Ah!

Basmi Tomcat, Jangan Berlebihan Ah!

Written By Unknown on Kamis, 29 Maret 2012 | 19.44

Depok Belakangan, tomcat menyebar di sejumlah kota. Banyak masyarakat yang merasa khawatir dengan penyebaran serangga ini. Kira-kira apa ya penyebabnya serangga kecil ini tiba-tiba menghebohkan?

"Dalam hal ini tomcat sebenarnya bukan wabah, karena dia secara alamiah ada di mana-mana, di negara tropis dan subtropis di seluruh dunia. Habitatnya sendiri adalah di dalam tanah yang lembab di persawahan, tepian sungai, rawa-rawa dan hutan. Tomcat ini dia akan pindah dan menyerang karena terganggu habitatnya,” kata Peneliti sekaligus Ketua Departemen Kesehatan Lingkungan FKM UI Dr. Budi Haryanto.

Hal ini dikatakannya pada acara Luncheon Media Discussion of Tomcat, Green Car and Integrated Faculty Club, di Restoran Dermaga One, FMIPA UI Depok. Kamis (29/0312).

Selain itu untuk menindak lanjuti penyerangan tomcat ini, sebaiknya pemerintah tidak melakukan pembasmian serangga ini secara berlebihan. Bukan tanpa alasan, ekosistem bisa terganggu karenanya.

"Saya rasa tidak bijaksana yah kalau dilakukan pembasmian massal terhadap tomcat, mestinya harus mengenal ekosistem dia tinggal di mana, karena akan mengganggu ekosistem yang lain, seperti padi yang akan dimakan oleh hama, jadi pembasmian secara besar-besaran itu tidak bijaksana. Mungkin kalau hanya membersihkan di rumah, menyemprot dengan insektisida yang biasa dipakai diperumahan itu lebih baik, dibandingkan menyemprot ke kebun-kebun secara keseluruhan,” kata Kepala Departemen Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin FKUI/RSCM Dr. dr. Tjut Nurul Alam Jacoeb, dalam kesempatan yang sama.

Menurut Dr. dr. Tjut, hal utama yang harus dilakukan dalam penanggulangan serangan hama ini adalah dengan memperhatikan ekosistem dan habitat tomcat serta selalu menjaga kebersihan rumah dan lingkungan. Serta Jangan rusak habitat tempat tinggal tomcat.

"Saya rasa ekosistem harus diperhatikan. Untuk populasi saya tidak tahu seberapa banyak, tetapi yang pasti jika ia diberikan rumah tinggalnya ia kan kembali ke habitatnya, ekosistemnya. Seperti yang waktu wabah ulet bulu itu karena ekosistem yang salah. Saat ini kebanyakan dibangun Mall, Apartemen yang dibuat di lahan-lahan hijau yang sebetulnya tidak boleh di tebang,” sambungnya.
Share this post :
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Blognya Si Rifqi - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger