dailyvid

More Post »
Headlines News :
Home » » Inilah Persepsi Orang Menurut Kebiasaan Masyarakat Indonesia

Inilah Persepsi Orang Menurut Kebiasaan Masyarakat Indonesia

Written By Rifqi Ramadhani on Selasa, 22 November 2011 | 18.51


Alangkah lucunya negeri ini, mungkin pertama membaca itu kita akan teringat dengan filmsepektakuler dengan judul yang sama. Nyatanya hal ini memang benar-benar terjadi, dan negeri ini benar-benar lucu.
Suatu hari saya datang ke perusahaan untuk menemui seseorang untuk urusan bisnis. Dengan pakaian yang sopan, sepatu pentofel dan menurut saya penampilan ini sudah lebih dari rapih, namun saat hendak memasuki gerbang perusahaan tersebut seperti biasa umumnya perusahaan ada pemeriksaan dengan logam detektor oleh scurity perusahaan tersebut.

Mau kemana? tanya scurity tersebut,
Udah buat janji?
Ada keperluan apa?
Terus menerus saya di tanya-tanya oleh petugas disana.  Sesekali saya melirik ke samping dan melihat orang-orang begitu mudah masuk dan tidak banyak di tanya-tanya seperti saya. Akhirnya saya tidak diperbolehkan masuk oleh petugas kemanan tersebut.
Saya pun pulang dan menceritakan kejadian ini pada atasan saya. Sore hari saya pulang, dalam perjalanan menuju ke rumah, saya selalu teringat-ingat kejadian hari ini dan memikirkan apa ada yang salah dengan saya? lalu kenapa orang lain begitu mudah masuk ke kantor tersebut kalaupun di tanya-tanya tidak berbelit-belit. Sore harinya tercetuslah ide mungkin pakaian yang digunakan mempengaruhi stigma dan penilaian pada diri kita.
Malam harinya saya sudah mepersiapkan baju yang akan saya gunakan kan esok hari, dengan kemaja putih, yang bersih, halus, wangi dan tersetrika rapih, setra sebuah dasi dan celana katun yang oke punya :)

Hari ke dua saya datang kembali ke perusahaan tersebut tentu dengan pakaian yang formal dengan dasi yang saya kenakan kali ini. Dengan petugas yang sama yang saya jumpai kemarin saya masuk ke metal detektor, tanpa banyak tanya petugas kemanan itu langsung berkata mau kemana?
Saya bilang saya mau ketemu dengan direktur hari ini, dimana ruangannya? tanya saya kembali.
Petugas kemanan tersebut pun langsung menawarkan diri untuk mengantarkan saya ke tempat direktur.
Dalam hati kecil saya, sedikit geli dan tersadar ternyata penampilan luar itu penting.

Makna yang saya temukan dari pengalaman tersebut ialah :
Saya teringat perkataan guru saya, perlu kita tau kekurangan dan kebiasaan masyarakatIndonesia, tidak dapat pungkiri saat ini orang-orang hanya mampu menilai seseorang hanya dari penampilan luarnya saja, berbeda dengan orang luar negeri. Life Skill adalah nomer satu, penampilan nomer berapa yang penting skil dan kemampuan. nah karena kondisi masyarakat kita seperti ini, maka kita harus menyesuaikan jika ingin lancar dan mudah, karena penilaian masyarakat kita masih sebatas tampilan luar, oleh karena itu kita harus bisa memanfaatkan situasi seperti ini.
Semoga artikel dan pengalaman kang salman ini bermanfaat bagi Anda.
Share this post :
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Blognya Si Rifqi - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger